Minggu, 25 November 2012

NEGARA JAMAIKA

Pengen ke Negara Jamaika , negara pusat dari penggemar bob marley , yg disenangi byk org yaitu lbh sering disebut penikmat musik Raggae, pulau yg indah dan kebudayaan yg menarik pusat perhatian banyak org. yg musiknya slalu santai

Sebagai salah seorang penggemar bob marley saya akan sedikit memeberikan informasi mengenai jamaika.
Sekedar mengingatkan aja ni ya, bob marley kan berasal dari jamaika. Tp dalam tulisan ini saya gk akan lebih menjelaskan tentang bob marley dan seninya, melainkan lebih kepada negara jamaika itu sendiri.

Jamaica


ini cntoh gambar bendera jamaica nya..
Bendera ini terdiri dari warna hijau, emas, dan hitam. Hitam melambangkan kekuatan dan kreativitas rakyat Jamaika. Emas melambangkan sinar matahari dan kekayaan alam negara. Hijau melambangkan harapan masa depan dan kekayaan pertanian. Jamaikan Flag-Bendera Jamaika disetujui tanggal 6 Agustus 1962 dimana Hari Kemerdekaan Jamaika ditetapkan.

ini peta jamaika..
Jamaika adalah negara yang berada dalam pengawasan Ratu Inggris. Termasuk negara penghasil bauksit yang letaknya ada disekitar Laut Karibia yang deketan sama Kuba, Repulbik Dominika, Haiti dan negara – negara Latin di benua Amerika.
Jamaika adalah salah satu negara penghasil bauksit terbesar di dunia. Dalam urutan dunia lainnya negara ini masih tergolong pada kelas menengah ke bawah. Jamaika berada pada urutan pulau terbesar setelah kuba dan Hispaniola di Laut Karibia, Amerika Tengah. Negara-negara tetangganya ialah Kuba, Haiti, Dominika, yang terletak di sebelah utara, sedangkan Honduras, Nikaragua, KostaRika, dan Panama terletak di selatan. Luas wilayahnya kurang lebih sebesar Pulau Bangka di Indonesia. Di Jamaika, kepala negara adalah Ratu Elizabeth II yang tampil sebagai Ratu Jamaika. Kehadiran ratu direpresentasikan oleh seorang Gubernur Jenderal yang dinominasikan oleh perdana menteri dan kerajaan. Secara bergilir, ratu dan gubernur jenderal tampil sebagai pejabat seremonial.
dan yang terakhir, nii saya liatin lambang negara jamaika..
Tuesday, April 21, 2009
jamaica-flagJamaica
In a nutshell….
Jamaica merupakan pulau yang cukup padat dan berada di selatan Cuba sejauh 145 km. Luas areanya sebesar 10.991 km2 dengan jumlah penduduk 3 juta orang. Ibukotanya adalah Kingston dengan bahasa nasional Inggris.
Mata uang yang digunakan adalah dolar Jamaica. Cuaca di Jamaica bervariasi sesuai tempat dan ketinggian. Suhu rata-rata udaranya, baik di musim panas mau pun musim penghujan, adalah sebesar 21-27 oC.
Di area perbukitan, suhunya lebih dingin, berkisar antara 15-20 oC. Curah hujan rata-rata di Jamaica adalah sebesar 196 cm per tahun.
Seperti layaknya pulau-pulau lain di Karibia, Jamaica juga memiliki pantai yang indah, namun hanya sedikit. Dataran Jamaica lebih didominasi oleh bukit dan pegunungan. Di sebelah barat laut, terdapat bukit kapur yang curam dengan lembah datar yang berlubang-lubang. Di sebelah timur lautnya, membentanglah jajaran pegunungan utama Jamaica, Blue Mountain.
Suhu di puncak Blue Mountain adalah 13 oC, karena setiap naik 305 m dari permukaan laut suhu akan turun sebesar 3,5 oC. Dataran rendah Karibia dipenuhi oleh kebun tebu, sawah, peternakan, dan tambang bauksit. Bisnis agrikultur telah menghidupi seperlima jumlah penduduk Jamaica selama bertahun-tahun, begitu pula halnya dengan bisnis peternakan. Pertambangan juga merupakan unsur penting dalam industri perekonomian Jamaica, khususnya tambang bauksit. b merupakan bahan dasar aluminium. Tambang bauksit dan pabrik aluminium telah menjadi bagian hidup perekonomian Jamaica sejak era 1950an.
rastaPariwisata juga merupakan faktor vital bagi Jamaica dalam tonggak perekonomiannya. Setiap tahunnya, Jamaica bisa mendapat pengunjung yang jumlahnya mencapai 1,5 juta turis. Jamaica telah menjadi ikon Karibia selama bertahun-tahun. Anda dapat melihat pemandangan alam yang bervariasi di negara ini.
Mulai dari pemandangan bawah laut dengan ikan-ikan beragam warna yang mengerumuni terumbu karang yang tidak kalah indah warnanya, pemandangan pantai dengan pasir putih dan berisan pohon kelapa, hingga pemandangan hijau dari hutan hujan yang diselubungi awan tipis dengan gemericik air terjun di bawahnya! What a lovely scenery.

Minggu, 04 November 2012

profil pengusaha muda sukses di bawah 30 tahun

#1. Mark Zuckerberg (25 Years Old)

Mark Zuckerberg, Billioner termuda didunia dan pemilik situs social networking terbesar didunia Facebook. Facebook sekarang menjelma menjadi situs nomor dua yang paling sering dikunjungi didunia, dibawah Google
#2. Matt Mullenweg (25 Years Old)

Mattew Mullenweg penemu software Blog Engine Wordpress. Tanpa Matt, mungkin anda tidak bisa berada disitus ini sekarang, karena toh situs ini memakai enjin Wordpress.
#3. Pete Cashmore (24 Years Old)

Pete Cashmore menjalankan situs top blogs, yang menampilkan situs-situs baru apa saja yang muncul di dunia maya. Dengan 1,600,000 Twitter Followers dan 300,000,000 Rss Readers, kita sudah bisa menebak seberapa besar bisnis beliau.
Website: http://mashable.com
#4 & 5. Aaron Levie and Dylan Smith (23 & 22 Years Old)

Situs Box.net dibuat tahun 2005 sebenarnya merupakan proyek kampus untuk mendistribusikan dan menyimpan file yang bisa diakses dimana saja didunia yang terhubung dengan internet. Perusahaan ini sekarang memiliki 2 juta pengguna dengan laba bersih $6 Juta.#6. David Karp (22 Years Old)

Tumbir adalah platform untuk blog yang mudah digunakan. Tumbir telah menghasilkan $5.25 juta dari berbagai investor termasuk perusahaan raksasa Twitter.
Biografi Bob Sadino - biografi pengusaha sukses Terima kasih semoga Biografi Biodata dan Profil  Bob Sadino bisa memberi motivasi baru untuk anda hanya di  Blog tempatnya mengenal Tokoh dan Orang terkenal Di dunia. untuk menambah Ilmu pengetahuan kita juga memotivasi diri untuk mengambil sisi Positive dari seorang Tokoh dunia nahh Berikut adalah Biodata dari Bob Sadino pengusaha sukses.?
Profil dan Biodata Bob Sadino

Nama :
Bob Sadino
Lahir :
Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933
Agama :
Islam

Pendidikan :
-SD, Yogyakarta (1947)
-SMP, Jakarta (1950)
-SMA, Jakarta (1953)

Karir :
-Karyawan Unilever (1954-1955)
-Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)
-Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
-Dirut PT Boga Catur Rata
-PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
-PT Kem Farms (kebun sayur)

Alamat Rumah:
Jalan Al Ibadah II/12, Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 793981

Alamat Kantor :
Kem Chicks Jalan Bangka Raya 86, Jakarta Selatan Telp: 793618

Referensi :

- http://pengusahamuda.wordpress.com/biografi/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Sadino


Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.
 
Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
 
Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.
 


Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.

Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.
 
Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.

Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.


Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.

Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.

Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.
Anak Guru
Kembali ke tanah air tahun 1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad, bekerja mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.

Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya.

Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. ”Hati saya ikut hancur,” kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.”

Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.

”Saya hidup dari fantasi,” kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. ”Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu,” kata Bob.

Om Bob, panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin berkhayal yang macam-macam.

Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya.